Satuteks.com – Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman mengumumkan peluncuran serangan yang menyasar salah satu fasilitas bandara di kawasan Arab Saudi.
Aksi penyerangan terhadap Bandara Najran tersebut berdampak langsung pada penghentian sementara seluruh aktivitas penerbangan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menghantam target sensitif milik Arab Saudi menggunakan pesawat nirawak (drone).
Pihak Houthi menegaskan bahwa aksi pengeboman di wilayah selatan tersebut merupakan bentuk respons balasan atas pelanggaran ruang udara di Provinsi Saada dan Hajjah.
Sebuah sumber dari tingkatan regional mengabarkan bahwa dentuman serangan drone tersebut mengenai perangkat radar utama bandara.
Kerusakan pada sistem navigasi tersebut secara otomatis mengganggu kestabilan operasional penerbangan harian di lokasi kejadian.
Informasi dari laman resmi bandara menampilkan status penerbangan yang tidak terdeteksi untuk jadwal beberapa hari ke depan.
Secara geografis, Bandara Najran beroperasi di dekat perbatasan Yaman dengan satu terminal yang melayani jadwal penerbangan harian.
Pemerintah Arab Saudi sendiri sampai saat ini masih memilih bungkam dan belum merilis pernyataan resmi terkait klaim tersebut.
Aksi gempuran Houthi terhadap berbagai fasilitas vital milik Kerajaan Arab Saudi ini bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi.
Konflik bersenjata antara kedua belah pihak kembali memanas sejak bulan lalu setelah sempat mereda lewat gencatan senjata pada 2022.
Peningkatan intensitas serangan Houthi ke wilayah Saudi ini meluas seiring ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mereda.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





