Putin Klaim Zona Keamanan Rusia di Perbatasan Ukraina Alami Perluasan Signifikan

- Editorial Team

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Tass)

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Tass)

Satuteks.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa zona keamanan di wilayah perbatasan yang berdekatan dengan Ukraina telah mengalami perluasan secara signifikan. Langkah strategis ini disebutnya berhasil dicapai dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja langsung ke pos komando Kelompok Pasukan Gabungan. Menurutnya, perluasan wilayah aman ini menjadi pencapaian penting bagi stabilitas area perbatasan.

“Zona keamanan di wilayah perbatasan kita dengan Ukraina juga telah diperluas secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir,” kata Putin saat berada di pos komando, Jumat (3/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi khusus terhadap pergerakan taktis yang dilakukan oleh Kelompok Pasukan Utara. Putin menilai aksi tersebut sangat efektif dalam memperlebar koridor perlindungan perbatasan.

Terkait pembentukan wilayah aman di Ukraina, ia menegaskan pandangannya mengenai status wilayah tersebut. Menurutnya, kawasan yang menjadi lokasi pembentukan zona aman itu pada dasarnya merupakan tanah historis milik Rusia.

Di lokasi yang sama, pemimpin Rusia tersebut juga meluangkan waktu untuk mendengarkan pemaparan taktis dari jajaran militernya. Agenda ini dilakukan untuk meninjau langsung dinamika lapangan yang sedang berkembang.

Laporan berkala mengenai situasi terkini di area operasi militer khusus disampaikan oleh Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov. Dalam pemaparannya, situasi medan tempur dilaporkan terus mengalami pergerakan yang dinamis.

Gerasimov melaporkan secara detail bahwa Angkatan Bersenjata Rusia saat ini telah berhasil mengambil alih kendali penuh atas wilayah Konstantinovka (Kostyantynivka). Wilayah tersebut berada di dalam kawasan Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Menanggapi laporan itu, sang presiden menilai keberhasilan tersebut memiliki arti yang sangat krusial bagi misi militer mereka. Penguasaan wilayah ini dipandang sebagai momentum penting untuk merebut seluruh sisa wilayah DPR.

Selain itu, ia menambahkan bahwa keberhasilan di Konstantinovka memberikan keuntungan strategis yang besar bagi pergerakan pasukan selanjutnya. Menurutnya, situasi ini membuka akses logistik dan jalur serbu langsung menuju kawasan Slavyansk serta Kramatorsk.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Baca Juga

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB