Satuteks.com – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merombak jajaran kepemimpinan militer negara tersebut. Ia meresmikan penunjukan enam perwira tinggi untuk mengisi posisi kunci angkatan bersenjata serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Penataan ulang struktur komando ini dinilai menegaskan kekuasaan penuh Mojtaba atas pilar pertahanan Iran. Menurut laporan AFP dan Iran International pada Selasa (11/8/2026), langkah strategis tersebut ditetapkan secara formal melalui penerbitan dekrit resmi.
“Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata,” bunyi pengumuman resmi situs web Pemimpin Tertinggi Iran pada Senin (10/8/2026).
Penunjukan Abdollahi dilakukan untuk menggantikan mendiang Abdolrahim Mousavi yang gugur akibat agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Sebelum menduduki jabatan tertinggi tersebut, ia dipercaya memimpin komando operasional gabungan Khatam al-Anbiya yang mengoordinasikan seluruh matra militer saat konflik berlangsung.
Dalam masa pertempuran tersebut, Abdollahi sempat melayangkan gertakan keras kepada negara-negara tetangga yang menyokong kubu lawan.
Menurutnya, setiap negara yang menjadi perisai pertahanan bagi pihak AS akan ikut terseret dalam pusaran konflik.
Guna mendampingi kepemimpinan Abdollahi, mantan Komandan Angkatan Darat Kioumars Heydari dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
Sementara itu, Mojtaba menaikkan pangkat Ahmad Vahidi menjadi Mayor Jenderal sekaligus melantiknya sebagai Panglima IRGC yang baru.
“Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat Mayor Jenderal,” lanjut pernyataan tertulis tersebut.
Vahidi menggantikan Mohammad Pakpour yang juga gugur dalam rentetan serangan AS dan Israel.
Untuk posisi Wakil Panglima IRGC, keputusan resmi menjatuhkan pilihan kepada mantan kepala Markas Besar Siber, Mostafa Izadi.
Sektor pertahanan laut kini diserahkan kepada Laksamana Muda Ali Azmaei yang diangkat menjadi Komandan Angkatan Laut IRGC menggantikan Alireza Tangsiri.
Adapun pimpinan Pasukan Paramiliter Basij saat ini diserahkan kepada mantan kepala Organisasi Intelijen IRGC, Hossein Taeb.
Perombakan massal ini dicatat sebagai keputusan militer perdana Mojtaba sejak menduduki posisi puncak menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Langkah politis tersebut sekaligus melegalkan struktur komando darurat yang sebelumnya telah beroperasi tanpa payung hukum formal selama beberapa bulan.
Meski merombak jajaran utama, ia dilaporkan masih membiarkan sejumlah posisi strategis di lembaga intelijen tanpa pejabat definitif.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan




