Satuteks.com – Badan Perencana Ekonomi Utama China merilis kebijakan baru mengenai pemanfaatan teknologi modern pada industri energi.
China berencana menerjunkan robot berbasis kecerdasan buatan di area pertambangan batu bara yang memiliki risiko tinggi.
Menurut lembaga tersebut, kebijakan strategis ini tertuang secara resmi dalam dokumen Rencana Lima Tahun ke-15 untuk periode 2026–2030.
Global Times pada Senin (10/8/2026) melaporkan, “Pemerintah China mendesak percepatan pengembangan model bahasa besar khusus sektor batu bara demi menciptakan sistem kendali cerdas dan pengambilan keputusan mandiri.”
Laporan media resmi tersebut menjelaskan, skenario penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan ini mencakup tahap eksplorasi, konstruksi, pemeliharaan operasional, hingga manajemen keselamatan kerja.
Penerapan robot cerdas ini diprioritaskan untuk lokasi tambang rawan bencana agar dapat menggantikan peran manusia pada pekerjaan ekstrem seperti peledakan dan pembuatan terowongan.
Para pengamat industri menilai, kebijakan anyar ini mengindikasikan pergeseran skala otomatisasi tambang di China dari sekadar proyek percontohan menuju penerapan secara masif.
Direktur Pusat Penelitian Ekonomi Energi China di Universitas Xiamen, Lin Boqiang, menjelaskan bahwa peralatan canggih ini dapat meningkatkan sistem peringatan dini serta tanggap darurat di area tambang secara signifikan.
“Hal ini membantu area pertambangan bertransisi menuju operasional yang minim pekerja hingga tanpa pekerja sama sekali, sehingga meminimalkan risiko bahaya bagi para pekerja,” kata Lin.
Menurut Lin, robot memiliki keunggulan tinggi dalam melakukan deteksi kebocoran gas, pengangkatan beban berat, hingga patroli di sumur tambang berkedalaman 50 meter.
Pengembangan teknologi ini turut didukung oleh DEEP Robotics yang sukses menguji robot berkaki roda Lynx M20 untuk simulasi penyelamatan di terowongan tambang Changshan pada Mei lalu.
Di samping itu, Lingbao CASBOT juga telah membentuk perusahaan patungan untuk memfokuskan penerapan robot pintar pada proses pengeboran batuan serta pemasangan bahan peledak bawah tanah.
“Pekerjaan-pekerjaan berbahaya seperti itulah yang memang seharusnya diambil alih oleh robot,” pungkas Lin.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





