Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kerajinan Nasional

- Editorial Team

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Satuteks.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat lonjakan nilai ekspor industri kerajinan nasional pada kuartal I tahun 2026. Capaian strategis ini dinilai menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, nilai pengapalan produk kreatif tersebut menembus angka US$165,27 juta atau setara Rp2,97 triliun. Menurutnya, pertumbuhan positif ini dipicu oleh tingginya apresiasi pasar internasional terhadap komoditas kriya lokal.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, program pengembangan kini diarahkan untuk mengoptimalkan bahan baku lokal. Kebijakan tersebut dipercaya mampu memperkuat rantai pasok sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menegaskan, akselerasi daya saing memerlukan sinergi kuat antar-pemangku kepentingan. Pengolahan bahan baku alternatif disebutnya menjadi kunci utama menciptakan produk berkelanjutan.

Kementerian Perindustrian terus mendampingi pelaku usaha agar mampu menghasilkan karya yang menjawab kebutuhan pasar global. Langkah konkret ini diharapkan Emmy dapat memberikan multiplier effect yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Guna mewujudkan target tersebut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Mereka menggelar Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada 22–26 Juni 2026.

Kepala BSPJI Samarinda Ransi Pasae menyampaikan, agenda ini diikuti oleh 30 pelaku usaha dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai pemanfaatan limbah perkebunan.

Ransi menilai, pengolahan produk samping sawit menjadi kerajinan tangan merupakan langkah nyata dalam menekan dampak lingkungan. Upaya ini diproyeksikan melahirkan komoditas kreatif unggulan baru di daerah.

Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat menyatakan, pihaknya mendukung penuh pemberdayaan komoditas hijau ini. Posisi geografis Kalimantan Utara yang berbatasan dengan negara tetangga dinilai membuka peluang pasar regional yang menjanjikan.

Sektor kerajinan tangan sejauh ini terus memperkuat posisi ekspor manufaktur nasional berkat kekayaan budaya bawaan. Nilai perdagangan komoditas ini pun tercatat tumbuh sebesar 4,08% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan,” pungkas Ransi Pasae.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir
Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Kemendag Fasilitasi Produk Olahan Ikan Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:30 WIB

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:15 WIB

Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:08 WIB

Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kerajinan Nasional

Berita Terbaru


Seorang perempuan menunjukkan koleksi emas Antam miliknya. (Satuteks.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir

Minggu, 28 Jun 2026 - 05:30 WIB