Satuteks.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta pemerintah segera memberikan kepastian status bagi tenaga kesehatan (nakes) non-ASN.
Persoalan ini dinilai mendesak demi memberikan perlindungan bagi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan, masalah ketidakjelasan nasib para pegawai honorer tersebut tidak boleh terus dibiarkan tanpa solusi konkret.
“Secara formal tidak ada lagi tenaga honorer. Aturannya sudah tidak boleh lagi tenaga honorer. Tapi realitanya tidak seperti itu Pak,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Kamis (25/6/2026).
Charles menyoroti fakta di lapangan yang memperlihatkan masih banyaknya nakes honorer tersebar di puskesmas, rumah sakit, hingga dinas kesehatan daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut memaksa para nakes bekerja keras tanpa perlindungan payung hukum yang memadai dari negara.
Padahal, ia menilai beban kerja nakes honorer tersebut sama beratnya dengan rekan mereka yang sudah berstatus ASN maupun PPPK.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini mendorong pemerintah segera merumuskan langkah nyata untuk menuntaskan ketimpangan nasib para nakes ini.
Ia meminta kejelasan mengenai jenjang karir masa depan mereka, baik diangkat menjadi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.
Langkah strategis tersebut disebut sangat penting mengingat peran nakes honorer yang selama ini setia menopang layanan kesehatan di berbagai pelosok daerah.
“Mereka bekerja setiap hari menyelamatkan nyawa manusia, tetapi statusnya masih honorer. Saya minta ada ketegasan dari pemerintah, teman-teman nakes honorer ini ke depan mau seperti apa,” pungkas Charles.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





