Satuteks.com – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) harus berfokus pada tujuan utama pelatihan.
Sasarannya adalah menyiapkan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Ia menjelaskan, program ini bertujuan membentuk sumber daya manusia yang berkarakter kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, para peserta juga dibekali kedisiplinan tinggi dan jiwa kepemimpinan yang solid dalam menjalankan tugas.
“Mereka menanamkan tata nilai, kedisiplinan, dan satu lagi sikap kesatria. Saya bilang, tata nilai bukan sekadar jaga koperasi, yang paling penting adalah kita menanamkan values atau tata nilai. Jadi disiplin juga mendekati titik nadir, dan yang terakhir membentuk jiwa kesatria. Jiwa kesatria itu apa? Menikah dengan tugas,” ujar Utut saat ditemui Awak Media di Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2026).
Utut menilai, esensi utama dari Latsarmil ini bukan sekadar menitikberatkan pada pelatihan fisik semata. Langkah tersebut disebutnya sebagai proses pembentukan karakter mendasar melalui penanaman tata nilai dan jiwa kesatria.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memaparkan pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki tujuan yang sangat positif. Ia menilai program ini berpotensi memberikan dampak masif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, Dave mengingatkan agar eksekusi di lapangan dilakukan secara matang. Langkah preventif ini dinilai penting agar tidak mencederai tujuan mulia yang ingin dicapai sejak awal.
“Program ini memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional. Maka itu program ini harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo,” kata Dave.
Sebelum agenda ini berjalan, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sudah menjelaskan esensi pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer koperasi tersebut.
Menurutnya, pelatihan dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Donny menilai, pembekalan intensif tersebut sangat diperlukan oleh para peserta. Hal ini bertujuan agar calon manajer mampu memimpin roda organisasi secara efektif saat bertugas nanti.
Lebih lanjut, pendidikan bela negara ini juga disebut sebagai sarana strategis dalam menumbuhkan integritas dan etos kerja.
Ia menambahkan, banyak kementerian dan perusahaan swasta telah memanfaatkan fasilitas pendidikan TNI maupun Kementerian Pertahanan untuk membangun karakter pegawainya, sehingga melahirkan SDM yang disiplin serta bertanggung jawab tinggi.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





