Satuteks.com – Tiga pemulung meninggal dunia akibat ledakan mortir aktif di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (9/7/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat korban berusaha membuka mortir menggunakan palu.
Kapolsek Cipatat, Kompol Dwi Meirani Sri Andriani Sapin menjelaskan, ketiga korban diduga tidak mengetahui proyektil yang ditemukan masih dalam kondisi aktif.
Menurutnya, upaya membuka mortir tersebut berujung ledakan yang merenggut nyawa para korban di lokasi kejadian.
“Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak,” tutur Kompol DMS Andriani.
Akibat ledakan tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Korban diidentifikasi bernama Ade, Suhri, dan Rodian.
Kompol DMS Andriani mengatakan, petugas kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Piket Pawas Ipda Agus bersama personel Reskrim dan Binmas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi para korban.
Selanjutnya, area kejadian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Menurut Kompol DMS Andriani, Tim Inafis dan Jibom juga dilibatkan guna memastikan lokasi steril dari kemungkinan adanya sisa bahan peledak lain.
Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sekaligus memastikan tidak ada ancaman lanjutan di sekitar lokasi.
Di sisi lain, Kompol DMS Andriani mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak.
Ia meminta warga segera melaporkan temuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya amunisi aktif yang masih dapat ditemukan di lingkungan masyarakat.
Menurut Kompol DMS Andriani, edukasi kepada warga, khususnya para pemulung, akan terus ditingkatkan bersama TNI dan instansi terkait.
“Edukasi kepada masyarakat, khususnya pemulung, terkait risiko bahan peledak akan terus digencarkan Polsek Cipatat bersama TNI dan instansi terkait,” imbuhnya.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





