Bahlil Pastikan Program Mandatori Biodiesel B50 Siap Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

- Editorial Team

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Setkab)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Setkab)

Satuteks.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui implementasi Program Mandatori Biodiesel B50.

Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar nabati sawit sebagai sumber energi domestik.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan tersebut tidak sekadar meningkatkan kadar campuran biodiesel dalam bahan bakar solar.

Menurutnya, regulasi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam melakukan diversifikasi sumber energi di tanah air.

“Launching Program Mandatori B50 bukan sekadar peluncuran sebuah kebijakan, melainkan tonggak bersejarah yang menandai langkah nyata Indonesia dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional,” ujar Bahlil saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Ia memaparkan, Indonesia selaku produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia memiliki potensi masif untuk memperkuat kemandirian sektor energi. Sumber daya tersebut dinilai perlu terus dioptimalkan agar memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional.

Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari transformasi energi yang memanfaatkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat luas. Penguatan ketahanan energi nasional diposisikan sebagai fondasi utama dalam pembangunan ekonomi bangsa ke depan.

“B50 bukan sekadar energi baru, tetapi bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Dari sisi ekonomi, Kementerian ESDM memproyeksikan penghematan devisa negara akan meningkat signifikan menjadi Rp170 triliun pada era B50. Angka tersebut menunjukkan lonjakan dibandingkan dengan program B40 sebelumnya yang mencatatkan penghematan Rp133,3 triliun.

Selain itu, nilai tambah industri komoditas CPO diperkirakan ikut merangkak naik menjadi Rp23,49 triliun. Sektor ketenagakerjaan juga akan menerima dampak positif lewat estimasi penyerapan sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Kementerian ESDM mencatat kebutuhan biodiesel untuk mendukung program ini diproyeksikan mencapai 16,7-18 juta kiloliter (kL). Kebutuhan tersebut diperkirakan bakal menyerap pasokan CPO domestik sekitar 15,2-16,3 juta ton.

Dampak positif terhadap sektor lingkungan juga diklaim lebih tinggi karena penggunaan B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 44,46 juta ton. Sebagai perbandingan, penurunan emisi pada implementasi B40 sebelumnya hanya berada di angka 39,66 juta ton.

Bahlil turut memastikan kesiapan teknis implementasi kebijakan baru ini sudah berjalan dengan sangat matang. Pihaknya mengaku telah melakukan serangkaian pengujian ketat pada kendaraan bermotor hingga alat berat pertambangan.

Pengujian teknis serupa juga diterapkan pada lini transportasi lain seperti kereta api, angkutan laut, alat mesin pertanian, hingga pembangkit listrik. Hasil uji laboratorium menunjukkan produk B50 telah memenuhi spesifikasi teknis dan standar yang dipersyaratkan oleh pabrikan kendaraan.

Sebagai latar belakang, pemerintah sebelumnya telah menguji kesiapan implementasi ini di berbagai wilayah strategis nasional. Serangkaian uji coba tersebut dilaksanakan mulai dari Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, hingga Instalasi Surabaya PT Pertamina Patra Niaga.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok
Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026
Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah
DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset
RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang
DPR Usul Pembentukan Badan Khusus Kelola Aset Rampasan
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Legislator: Polri dan Kejaksaan Solid Tangani Dugaan Korupsi Batu Bara
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Sahroni: Momentum Bersih-Bersih Penegakan Hukum

Baca Juga

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:02 WIB

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Senin, 13 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 13:36 WIB

DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset

Senin, 13 Juli 2026 - 13:31 WIB

RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru

Ilustrasi phising. (Foto: Pexels)

Teknologi

Mengenal Apa itu Phishing dan Cara Ampuh Menghindari Link Palsu

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:10 WIB

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. (Dok. Kemenpar)

Nasional

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:02 WIB