Satuteks.com – Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier mendorong penguatan investasi untuk mengembangkan industri bahan baku obat dalam negeri.
Ia menilai langkah tersebut menjadi kunci agar Indonesia mampu memproduksi bahan baku obat secara mandiri dan mengurangi ketergantungan impor.
Rizal menyampaikan pandangan itu saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke industri farmasi BUMN di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026), dan menurutnya penguatan investasi harus menjadi prioritas dalam membangun kemandirian industri farmasi nasional.
“Dalam perusahaan-perusahaan BUMN banyak sekali, untuk Bio Farma ini jangan ditargetkan profit. Tapi yang penting adalah bagaimana kita bisa membuat bahan baku sendiri gitu. Sebenarnya kalau bahan mentahnya, itu banyak di Indonesia. Cuman untuk memproses jadi bahan baku, kita rata-rata impor dari Cina, India. Kan sayang,” ujar Rizal usai kunjungan.
Menurut Rizal, Indonesia memiliki sumber bahan mentah yang melimpah sehingga seharusnya dapat diolah menjadi bahan baku obat di dalam negeri.
Ia menjelaskan, pengembangan kapasitas produksi bahan baku obat membutuhkan komitmen investasi yang berkelanjutan dan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek.
Rizal juga mengapresiasi langkah Kimia Farma yang mulai membangun fasilitas produksi bahan baku obat, yang dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan industri farmasi nasional.
Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut perlu didukung penuh melalui pengelolaan investasi, terutama oleh Danantara, agar kapasitas produksi bahan baku obat dalam negeri terus meningkat.
“Jangan khawatir memberikan investasi yang besar untuk pabrik bahan baku obat. Kalau baru satu, kalau perlu lima kita bikin. Jadi Indonesia itu jadi nggak banyak impor,” tegasnya.
Persoalan bahan baku obat menjadi perhatian Komisi VI DPR RI karena sebagian besar kebutuhan nasional hingga kini masih dipenuhi melalui impor, terutama dari Tiongkok dan India.
Rizal menilai sinergi antara Danantara dan Kementerian BUMN menjadi langkah strategis untuk memperkuat investasi sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan baku obat impor.
“Jangan khawatir memberikan investasi yang besar untuk pabrik bahan baku obat. Kalau baru satu, kalau perlu lima kita bikin. Jadi Indonesia itu jadi nggak banyak impor,” tutup Rizal.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





