Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Harus Dikurangi

- Editorial Team

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini. (Dok. DPR RI)

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini. (Dok. DPR RI)

Satuteks.com – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mendorong penguatan kemandirian industri farmasi nasional di tengah tingginya ketergantungan bahan baku obat impor. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun industri farmasi yang lebih mandiri.

Menurutnya, industri farmasi nasional perlu terus diperkuat karena pasar dalam negeri sudah tersedia dan didukung kekayaan sumber daya hayati yang melimpah.

“95 persen sekarang bahan baku kan masih impor. Oleh karena itu harus ada penelitian-penelitian yang terus-menerus supaya kita nggak terus selalu impor. Harus berdaulat obat, farmasi di Indonesia,” ujar Anggia usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke industri farmasi BUMN di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Anggia menjelaskan, sekitar 95% bahan baku obat di Indonesia masih berasal dari impor yang sebagian besar dipasok dari Tiongkok dan India.

Menurut politisi Fraksi PKB tersebut, kekayaan hayati Indonesia sebenarnya sangat memadai untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat melalui riset yang berkelanjutan.

Ia menilai hasil penelitian perlu terus didorong agar potensi bahan alam dalam negeri dapat diolah menjadi produk farmasi yang dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Selain itu, Anggia menekankan pentingnya kebijakan yang mengutamakan penggunaan obat produksi dalam negeri, penguatan permodalan untuk memperluas pabrik dan laboratorium, serta penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor farmasi.

“Kalau menurut saya itu kan wajib, itu mandatory. Jadi harus ada koordinasi yang lebih bagus antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Perindustrian supaya matching,” tegas Anggia.

Kunjungan kerja spesifik tersebut dilakukan Komisi VI DPR RI ke industri farmasi BUMN di Semarang sebagai bagian dari pengawasan terhadap pengembangan industri farmasi nasional.

Anggia juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kemandirian industri farmasi nasional dengan dukungan pengelolaan investasi melalui Danantara yang dinilai dapat memperkuat pengembangan sektor tersebut.

“Melalui pengawasan ini, Komisi VI DPR RI berkomitmen mengawal tata kelola industri farmasi BUMN agar Indonesia secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan impor dan membangun kedaulatan bahan baku obat nasional,” pungkas Anggia.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok
Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026
Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah
DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset
RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang
DPR Usul Pembentukan Badan Khusus Kelola Aset Rampasan
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Legislator: Polri dan Kejaksaan Solid Tangani Dugaan Korupsi Batu Bara
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Sahroni: Momentum Bersih-Bersih Penegakan Hukum
Tag :

Baca Juga

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:02 WIB

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Senin, 13 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 13:36 WIB

DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset

Senin, 13 Juli 2026 - 13:31 WIB

RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru

Ilustrasi phising. (Foto: Pexels)

Teknologi

Mengenal Apa itu Phishing dan Cara Ampuh Menghindari Link Palsu

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:10 WIB

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. (Dok. Kemenpar)

Nasional

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:02 WIB