Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

- Editorial Team

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Satuteks.com – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Susiwijono Moegiarso menyebut indikator makro ekonomi nasional saat ini tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

Penguatan fundamental ekonomi terus dijaga oleh pemerintah demi memacu momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Ia menilai berbagai tantangan yang sedang dihadapi negara saat ini masih dapat diatasi dengan baik. Menurutnya, stabilitas ini terjadi karena pondasi ekonomi domestik berada dalam kondisi yang sangat kokoh.

“Di tengah situasi global yang penuh tantangan, indikator makro ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang kuat. Berbagai tantangan yang kita hadapi dapat diatasi karena fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik,” ujar Susiwijono Moegiarso saat menyampaikan keynote speech dalam Indonesia Financial Summit 2026 di Jakarta, Kamis (25/06).

Susiwijono memaparkan sejumlah data pendukung, termasuk pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 yang berhasil menyentuh angka 5,61%.

Selain itu, inflasi pada Mei 2025 diklaim masih terkendali pada level 3,08% dan berada dalam target sasaran pemerintah.

Indeks keyakinan konsumen juga dilaporkan terus berada pada level optimistis oleh pihak kementerian. Sementara itu, sektor manufaktur menunjukkan performa positif karena PMI manufaktur kembali berada di zona ekspansi pada level 50.

Ketahanan eksternal negara ikut dipertegas dengan posisi cadangan devisa yang menyentuh US$144,9 miliar atau setara 5,6 bulan impor.

Susiwijono menambahkah bahwa realisasi investasi pada triwulan pertama bahkan hampir menembus angka Rp500 triliun.

Pemerintah disebutnya terus mengoordinasikan sektor-sektor prioritas serta berbagai inisiatif strategis demi mempercepat pertumbuhan.

Langkah itu mencakup kemudahan berusaha, hilirisasi industri, ketahanan pangan dan energi, hingga pengembangan ekonomi digital.

Akses pasar internasional juga terus diperluas melalui penyelesaian kerja sama ekonomi seperti IEU-CEPA dan I-EAEU FTA. Kebijakan deregulasi dan debottlenecking turut diterapkan guna mengikis hambatan investasi yang dapat mengganggu iklim usaha.

Susiwijono mengonfirmasi adanya fokus besar pada peningkatan kualitas SDM melalui program vokasi serta pemagangan.

Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjembatani kebutuhan riil industri dengan ketersediaan tenaga kerja kompeten.

Terkait likuiditas, kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) diwajibkan masuk ke sistem keuangan domestik.

Susiwijono menjelaskan aturan yang menyasar sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan ini berfungsi memperkuat stabilitas nilai tukar.

Ia menegaskan langkah tersebut bukan regulasi baru, melainkan penguatan dari kebijakan yang sudah berjalan sebelumnya.

Optimalisasi pengelolaan devisa ini diharapkan mampu mendongkrak ketahanan ekonomi dalam menghadapi dinamika pasar global.

“Fundamental ekonomi kita sebenarnya sangat kuat. Kalau sekarang ada permasalahan terkait trust atau kepercayaan investor, maka kita perlu bersama-sama menjelaskan kondisi yang sebenarnya dan membangun optimisme terhadap perekonomian Indonesia ke depan,” pungkas Sesmenko Susiwijono.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir
Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kerajinan Nasional
Kemendag Fasilitasi Produk Olahan Ikan Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:30 WIB

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:15 WIB

Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:08 WIB

Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kerajinan Nasional

Berita Terbaru


Seorang perempuan menunjukkan koleksi emas Antam miliknya. (Satuteks.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir

Minggu, 28 Jun 2026 - 05:30 WIB