Puan Maharani Sampaikan Simpati Mendalam Atas Gempa Besar di Venezuela, Jepang, dan AS

- Editorial Team

Senin, 29 Juni 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. DPR RI)

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. DPR RI)

Satuteks.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan rasa simpati mendalam atas musibah gempa bumi besar yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat dalam waktu berdekatan.

Dirinya mendorong Pemerintah untuk bergerak cepat memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di tiga negara terdampak tersebut.

Ia menilai kepastian keselamatan para diaspora menjadi hal utama yang harus diprioritaskan saat ini. Menurutnya, langkah taktis dari perwakilan RI di luar negeri sangat dibutuhkan guna mengantisipasi dampak buruk dari bencana tersebut.

“Tentunya Indonesia turut bersimpati atas musibah gempa bumi yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Puan menjelaskan, rangkaian bencana tektonik ini terjadi berurutan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak Rabu (24/6/2026) sore WIB hingga Kamis (25/6/2026) pagi. Ia mencatat bahwa fenomena alam tersebut memicu dampak yang bervariasi di setiap kawasan.

Berdasarkan data yang diterima, Venezuela dihantam fenomena gempa kembar atau doublet earthquake pada Rabu (24/6) sore waktu setempat dengan kekuatan magnitudo (M) 7,5 dan M 7,5. Guncangan dahsyat itu dilaporkan merusak infrastruktur serius di Caracas hingga merobohkan sejumlah gedung.

Bencana di Venezuela tersebut dikonfirmasi merenggut 235 korban jiwa dan menyebabkan 1.520 orang lainnya mengalami luka-luka. Puan menyatakan bahwa besarnya jumlah korban ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat internasional.

“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela. Kami dapat merasakan beratnya beban akibat gempa bumi seperti di Venezuela karena pernah mengalami hal yang sama,” ungkap Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia juga memiliki sejarah kelam dengan fenomena serupa, seperti Gempa Bengkulu 2007 dan Gempa Lombok 2018. Kedua peristiwa masa lalu tersebut dinilai menjadi bukti nyata betapa destruktifnya dampak gempa kembar.

Selain di Amerika Selatan, gempa dangkal berkekuatan M 5,6 juga mengguncang California Utara AS pada Rabu (24/6) pukul 22.10 waktu setempat.

Peristiwa tersebut disebut oleh berbagai media setempat sebagai guncangan paling kuat di wilayah itu sejak tahun 1990.

Sementara itu, wilayah timur laut Jepang turut diguncang gempa kuat bermagnitudo 7,2 pada Kamis (25/6) pukul 07.30 waktu setempat. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dari wilayah California maupun Jepang meskipun beberapa warga mengalami luka fisik.

Meskipun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban, Puan menegaskan pemantauan intensif tidak boleh kendur. Dirinya meminta jajaran pemerintah segera mengaktifkan protokol perlindungan internasional secara menyeluruh.

“Termasuk terus memantau keadaan seluruh WNI di wilayah terdampak, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial jika dibutuhkan,” ujar Puan.

Mantan Menko PMK ini berpendapat bahwa penguatan sistem perlindungan berbasis teknologi mutlak diperlukan melalui pemutakhiran data diaspora.

Langkah penanganan dinilai akan lebih cepat jika layanan Safe Travel dan sistem komunikasi darurat dioptimalkan dengan baik.

“Perlindungan warga negara merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang terukur, termasuk bagi WNI yang tinggal atau berada di luar negeri,” sebutnya.

“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” imbuh Puan.

Para ahli mencatat bahwa ketiga gempa bumi beruntun ini tidak saling berkaitan karena dipicu oleh sumber dan mekanisme patahan yang berbeda.

Wilayah California dan Venezuela dipicu oleh pergeseran sesar lokal, sedangkan sektor Jepang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.

Puan mengharapkan seluruh proses pemulihan di ketiga negara tersebut berjalan lancar agar masyarakat setempat bisa segera beraktivitas normal. Menurutnya, kerja sama internasional sangat krusial dalam menghadapi risiko bencana global seperti ini.

“Doa kami rakyat Indonesia untuk semua masyarakat Venezuela, Jepang, dan California,” tutur cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Ia menambahkan, posisi geografis Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana membuat pemahaman terhadap mitigasi menjadi sangat relevan. Oleh karena itu, momentum ini disebutnya harus menjadi alarm pengingat bagi publik dalam negeri.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini meminta otoritas terkait gencar memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat umum.

Kesiapsiagaan mandiri dinilai sebagai kunci utama meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat bencana melanda.

“Masyarakat Indonesia perlu terus mengasah kesiapsiagaan mandiri dan cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa, mulai dari memahami teknik berlindung di bawah furnitur kokoh saat guncangan terjadi, sampai evakuasi bila ada ancaman tsunami,” jelasnya.

“Indonesia harus selalu siaga bencana. Mitigasi harus terus dilakukan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutup Puan.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok
Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026
Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah
DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset
RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang
DPR Usul Pembentukan Badan Khusus Kelola Aset Rampasan
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Legislator: Polri dan Kejaksaan Solid Tangani Dugaan Korupsi Batu Bara
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Sahroni: Momentum Bersih-Bersih Penegakan Hukum

Baca Juga

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:02 WIB

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Senin, 13 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenpora Gandeng Pemprov DKI Jakarta Sukseskan Wirasena Youth Camp 2026 dan Indonesia Youth Summit 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dana BOS Tak Boleh Seragam, Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Daerah dan Jenis Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 13:36 WIB

DPR Tegaskan Tak Pernah Tolak RUU Perampasan Aset

Senin, 13 Juli 2026 - 13:31 WIB

RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru

Ilustrasi phising. (Foto: Pexels)

Teknologi

Mengenal Apa itu Phishing dan Cara Ampuh Menghindari Link Palsu

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:10 WIB

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. (Dok. Kemenpar)

Nasional

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:02 WIB