Satuteks.com – KAI menyebut akses menuju Stasiun Harjamukti kini semakin mudah berkat bertambahnya layanan angkutan penghubung atau feeder. Kondisi itu sejalan dengan lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek di stasiun tersebut.
Menurut KAI, Stasiun Harjamukti kini berkembang menjadi titik integrasi perjalanan yang menghubungkan terminal, kawasan permukiman, hingga pusat aktivitas masyarakat melalui berbagai moda transportasi penghubung.
“Kami melihat pertumbuhan pengguna Harjamukti tidak hanya sebagai hasil dari kemudahan akses, tapi juga sebagai pemicu hadirnya berbagai layanan feeder. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan LRT, semakin besar pula minat penyedia transportasi lain untuk membuka jalur ke stasiun ini,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.
Menurut Purnomosidi, tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek mendorong operator transportasi menghadirkan layanan feeder menuju Stasiun Harjamukti.
Kehadiran layanan tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan akses yang terus meningkat.
Saat ini, KAI mencatat Stasiun Harjamukti telah dilayani 14 angkutan penghubung aktif.
Layanan itu mencakup BISKITA Trans Depok, JakLingko, Royaltrans, hingga shuttle dari kawasan perumahan Kota Wisata, Citra Indah, Bukit Golf, Podomoro, dan Cimanggis.
Jumlah layanan feeder tersebut disebut terus bertambah mengikuti peningkatan mobilitas masyarakat di sekitar stasiun.
Dengan demikian, Stasiun Harjamukti tidak lagi hanya menjadi lokasi naik dan turun LRT Jabodebek, tetapi juga pusat integrasi perjalanan dari berbagai wilayah.
Peningkatan layanan itu turut diikuti kenaikan jumlah pengguna di Stasiun Harjamukti.
Selama Januari hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 1.513.886 pengguna melakukan tap in atau naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, jumlah pengguna yang melakukan tap out mencapai 1.535.547 orang. Menurut KAI, angka tersebut meningkat 47% dibandingkan semester I tahun lalu.
Melihat tren tersebut, KAI menegaskan akan terus memperluas akses menuju LRT Jabodebek melalui kolaborasi dengan berbagai moda transportasi.
Integrasi antarmoda dinilai menjadi bagian penting untuk mendukung perjalanan masyarakat yang semakin efisien dan nyaman.
“Dengan integrasi yang terus berkembang, diharapkan semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat perjalanan yang efisien, nyaman, dan terhubung dari rumah hingga ke tujuan akhir,” tutup Mochamad Purnomosidi.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





