Satuteks.com – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanian Cili Francesco Venezian untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Pertemuan tersebut difokuskan pada perluasan akses pasar komoditas pertanian serta optimalisasi kesepakatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Ia menegaskan, pemerintah mendorong ekspansi pasar yang seimbang serta saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, Indonesia membidik perluasan pasar Cili bagi produk manufaktur, alas kaki, kertas, makanan olahan, hingga rempah-rempah nasional.
“Indonesia dan Cili memiliki potensi besar untuk memperdalam hubungan ekonomi. Kami mendorong akses pasar yang lebih luas bagi produk kedua negara agar hubungan perdagangan makin berimbang dan saling menguntungkan,” ujar Wamendag Roro di Jakarta.
Kerja sama konkret ini telah dibuktikan melalui keberhasilan ekspor bubuk kakao olahan UMKM nasional ke pasar Cili. Selain itu, potensi transaksi senilai US$ 739.030 pada 2026 terus dijajaki dengan pemanfaatan fasilitas tarif 0%.
Wamendag Roro menilai, efektivitas penggunaan IC-CEPA terus menunjukkan tren positif yang signifikan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data evaluasi, pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA) tercatat melonjak hingga 21,36% dengan nilai US$ 334,14 juta pada 2025.
“IC-CEPA telah memberikan fondasi yang kuat. Selanjutnya, kita perlu menerjemahkan akses pasar tersebut menjadi perdagangan yang lebih beragam, hubungan antarpelaku usaha yang makin kuat, serta peluang bisnis konkret bagi kedua negara,” ungkap Wamendag Roro.
Mengenai komoditas pangan impor dari Cili, ia menyampaikan bahwa Indonesia bersikap sangat terbuka selama seluruh regulasi nasional terpenuhi.
Pembahasan akses produk hewan dan tanaman wajib melewati verifikasi standar keamanan pangan, sanitari dan fitosanitari (SPS), hingga sertifikasi halal.
“Perluasan akses pasar harus berjalan dua arah. Indonesia terbuka terhadap produk Cili yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, kami juga mendorong makin banyak produk Indonesia, khususnya produk bernilai tambah, memperoleh peluang yang lebih besar di pasar Cili,” jelas Wamendag Roro.
Guna mempererat jejaring bisnis, pihak Cili diundang secara resmi untuk berpartisipasi dalam INA-LAC Business Mission 2026 serta Trade Expo Indonesia ke-41.
Kedua agenda besar tersebut dinilai menjadi sarana strategis dalam menciptakan kemitraan usaha secara konkret.
Di sisi lain, Wamentan Cili Francesco Venezian menegaskan komitmen negaranya untuk mematuhi standar sertifikasi halal demi memperlancar ekspor produk susu dan daging sapi.
Pihaknya juga mendukung penuh rencana reviu pelaksanaan IC-CEPA di Santiago untuk mengevaluasi sektor perdagangan, jasa, dan investasi.
Sebagai catatan, kinerja perdagangan bilateral Indonesia–Cili terus mencatatkan performa positif dengan perolehan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 346,8 juta pada 2025.
Tren positif tersebut berlanjut hingga semester pertama 2026 dengan perolehan surplus mencapai US$ 162,2 juta dari total nilai perdagangan US$ 277,4 juta.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





