Satuteks.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan nilai Marhaenisme tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Ia menyebut ideologi tersebut harus diwujudkan melalui berbagai kebijakan nyata yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Hal itu dia sampaikan saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, esensi dari pemikiran ini terletak pada kemampuan pemerintah dalam mengambil keputusan yang menyentuh lapisan bawah. Ia menilai implementasi konkret jauh lebih penting ketimbang sekadar menjadikannya bahan diskusi teoritis.
“Sering kali kita berbicara tentang Marhaenisme dalam ruang diskusi, tetapi implementasinya tidak mudah dilakukan secara konkret. Bagi saya, esensinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah,” tutur Pramono.
Ia menjelaskan komitmen keberpihakan tersebut kini diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui penguatan sektor kesehatan. Sektor pelayanan ini dipastikan tetap memperoleh alokasi anggaran yang optimal guna menjamin hak masyarakat.
Fasilitas kesehatan milik daerah seperti 31 rumah sakit dan ratusan puskesmas disebutnya akan terus dipertahankan kinerjanya. Langkah ini diambil agar warga Jakarta bisa mengakses pengobatan secara maksimal.
Pramono menambahkan, intervensi pemerintah juga menyasar sektor pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan. Berbagai program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) diklaim terus berjalan.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga berbagai dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif, mengasah pemikiran kritis, dan memahami berbagai persoalan secara lebih utuh,” ujarnya.
Terkait latar belakang program pendidikan, Pemprov DKI Jakarta tercatat memiliki agenda pemutihan ijazah dan pemberian ratusan ribu beasiswa. Skema bantuan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, kerja sama baru dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) siap diluncurkan mulai tahun depan. Program ini diproyeksikan membuka akses beasiswa luar negeri bagi siswa berprestasi yang terkendala biaya.
“Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdiskusi, berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berani menghadirkan gagasan bagi masa depan kota dan bangsa. Kemajuan Indonesia selalu lahir dari keberanian untuk berpikir, berdialog, dan mencari solusi bersama,” pungkas Pramono.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





