Satuteks.com – Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel), Syafrin Liputo menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus melahirkan inovasi baru.
Langkah tersebut ia nilai sangat krusial guna mendongkrak kualitas pelayanan langsung kepada masyarakat luas.
Menurut Syafrin, peningkatan mutu performa jajaran birokrasi ini efektif untuk mengantisipasi mencuatnya berbagai publikasi negatif di jejaring media sosial. Ia memandang kecepatan penyebaran informasi digital menuntut kesiapan prima dari setiap aparatur.
“Jika ada ketidaksesuaian, masyarakat dengan mudah merekam, memotret, dan memviralkan. Tentu hal itu bisa saja mencoreng nama baik wilayah dan kota kita,” ujarnya saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Syafrin menjelaskan, aparatur yang memegang tanggung jawab pelayanan publik wajib hukumnya untuk senantiasa mempertahankan sikap santun serta profesionalisme tinggi. Kedekatan masyarakat modern dengan gawai dinilai membuat performa pegawai negara selalu berada di bawah sorotan konstan.
Tantangan global yang semakin dinamis seperti digitalisasi masif dan penetrasi kecerdasan buatan disebut oleh Syafrin sebagai realitas yang tidak bisa dihindari saat ini. Dinamika geopolitik internasional juga ia sebut ikut memengaruhi pola kerja birokrasi daerah.
Oleh karena itu, ia menegaskan penguatan ketahanan wilayah pada sektor pangan serta energi wajib diinisiasi melalui internalisasi budaya disiplin kerja. Syafrin menilai kedisiplinan merupakan fondasi utama untuk menghadapi segala perubahan zaman.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi yang terjadi saat ini berimplikasi langsung pada tingkat kekritisan masyarakat dalam mengevaluasi mutu pelayanan publik. Bahkan, perbandingan kualitas kinerja pelayanan kini tidak lagi sebatas antarkota di DKI Jakarta, melainkan sudah menjangkau kota-kota besar di negara maju.
“Jangan cepat merasa puas dengan layanan saat ini. Prinsip pelaksanaan anggaran kita sudah berbasis kinerja. Masyarakat tidak hanya menunggu hasil, tetapi juga manfaat nyata dari setiap program yang kita luncurkan,” ungkap Syafrin.
Dirinya juga mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membuang jauh-jauh mentalitas serta sikap arogan. Syafrin menekankan, pangkat tinggi dan jabatan struktural merupakan sebuah amanah suci yang memikul fungsi melayani warga, bukan minta dilayani.
Secara khusus, Syafrin meminta jajaran Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan untuk selalu mengedepankan pendekatan preventif sewaktu menertibkan parkir liar. Pola tindakan yang humanis dipandang oleh Syafrin sangat ampuh untuk meredam potensi benturan fisik maupun gesekan sosial di lapangan.
“Semua harus dilakukan secara humanis. Tidak boleh ada arogansi dalam menjalankan tugas di lapangan. Kita tidak ingin pelaksanaan tugas justru menimbulkan penilaian negatif di masyarakat,” tandas Syafrin.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





